Jumat, 06 Januari 2012

Grup proses Manajemen Proyek


Grup Proses Manajemen Proyek

A. Proses Proyek
Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:
1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku untuk sebagian besar proyek
.
2. Produk – berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang bagaimana menciptakan suatu produk.
B. Grup Proses
Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:
1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes
Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari suatu proyek.
2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.
a. Core Processes, di bawah ini yang termasuk core processes:
• Scope Planning.
• Scope Definition.
• Activity Definition.
• Activity Sequencing.
• Activity Duration Estimating.
• Schedule Development.
• Resource Planning.
• Cost Estimating.
• Cost Budgeting.
• Project Plan Development.
b. Facilitaing Processes, di bawah ini yang termasuk facilitating processes:
• Quality Planning.
• Organizational Planning.
• Staff Acquisition.
• Communications Planning.
• Risk Identifications.
• Risk Response Development.
• Procurement Planning.
• Solicitation Planning.
3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang telah direncanakan.
• Project Plan Execution
• Scope Verification
• Quality Assurance
• Team Development
• Information Distribution
• Solicitation
• Source Selection
• Contract Administration
4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
• Overall Change Control
• Scope Change Control
• Schedule Control
• Cost Control
• Quality Control
• Performance Reporting
• Risk Response Control
5. Closing Processes, melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek.
• Administrative Closure
• Contract Close-out

Konteks Manajemen Proyek dan TI



Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang.
Manajer proyek yang sukses harus memiliki dan mengembangkan banyak ketrampilan dan memimpin tim mereka melalui praktek langsung. Proyek memiliki beberapa atribut, seperti bersifat unik, sementara dan dikembangkan secara incremental. Sebuah kerangka untuk manajemen proyek termasuk stakeholder, sembilan bidang pengetahuan, tools dan teknik, dan menciptakan portofolio proyek untuk menjamin kesuksesan perusahaan.

Stakeholder
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).

Faktor Kesuksesan Proyek
Kesuksesan seseorang tidak akan lepas dari lingkungan sekitarnya seperti dukungan, infrastruktur,tujuan bisnis yang jelas dan manajer yang tentunya berpengalaman.
Beberapa Fungsi Kerja Manajemen Proyek :
1. Mendefinisikan ruang lingkup proyek
2. Mengidentifikasikan stakeholder dan membuat keputusan
3. Mengembangkan daftar tugas mendetail
4. Memperkirakan kebutuhan waktu
5. Mengembangkan flowchart manajemen proyek
6. Mengindetifikasikan SDM berikut anggaran yang dibutuhkan
7. Mengevaluasi kebutuhan proyek

Keahlian Seorang Manajer Proyek
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya.
Keahlian yang disarankan yaitu :
1. Keterampilan berkomunikasi yang baik dan cekatan.
2. Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
3. Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
4. Keterampilan teknologi
5. Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
6. Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tsb.

Berikut adalah karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif :
Effective project manager
Visioner
Kompeten
Motivator yang baik
Mendukung anggota tim
Membuat ide – ide baru
Ineffective project manager
Minder
Motivator yang buruk
Tidak Kompeten
Komunikator yang buruk

PENGENALAN MANAJEMEN PROYEK



Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan, ‘tools and techniques’ pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : ‘initiating process, planning process, executing process, controlling process dan closing process’.
Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua ‘pekerjaan yang lain’ dianggap sebagai suatu rutinitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.

 Manajemen proyek mempunyai keuntungan antara lain:
Mengidentifikasi fungsi tanggung jawab
Meminimalkan tuntutan pelaporan rutin
Mengidentifikasi batas waktu untuk penjadwalan
Mengidentifikasi metode analisa peramalan
Mengukur prestasi terhadap rencana
Mengidentifikasi masalah dini & tindakan perbaikan
Meningkatkan kemampuan estimasi untuk rencana yad
Mengetahui jika sasaran tidak dapat dicapai/terlampaui


Untuk point pertanyaan selanjut nya apa itu proyek dan manajemen proyek ? proyek merupakan usaha yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pada suatu keja

dian, yang mempunyai batasan waktu-anggaran, sumber daya manusia maupun material.


sedangkan manajemen proyek  proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Selain memiliki keuntungan, manajemen proyek juga mempunyai kendala, beberapa diantaranya yang paling umum adalah:
Besarnya Biaya (Anggaran) yang dialokasikan sangat minim.
Jadwal yang harus dipenuhi tanpa kelonggaran
Mutu yang harus dipenuhi tidak sinkrn dengan anggaran.
Kerangka Manajemen Proyek, menyediakan struktur dasar untuk memahami manajemen proyek.
Pendahuluan, mendefinisikan istilah-istilah kunci dan menyediakan gambaran dari sisanya dokumen
Konteks Manajemen Proyek, menggambarkan lingkungan di yang proyek tersebut beroperasi. Tim manajemen proyek harus memahami hal ini lebih luas konteks mengelola sehari-hari kegiatan dari proyek ini adalah diperlukan untuk sukses tetapi tidak cukup
Manajemen Proyek Proses, menggambarkan pandangan umum tentang bagaimana proses manajemen berbagai proyek sering berinteraksi.
Knowledge Area adalah kompetensi utama yang harus dikembangkan oleh manajer proyek.



Senin, 07 November 2011

Program Java IF NESTED / IF Bersarang

Kali ini gw mau coba Share codingan java If bersarang langsung aja cekidot



public class JavaApplication6 {


    public static void main(String[] args) {
     
        int gapok,anak,gol;
        gapok = 2000000;
        gol = 1;
        anak = 1;
        System.out.println("Gaji Pokok : " +gapok);
        System.out.println("Golongan : "+gol);
        System.out.println("Jumlah Anak : " +anak);
        if (gol==1){
            if (anak==1){
                System.out.println("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.5)));
            }
            else{
                System.out.print("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.6)));
            }
        }
        else if (gol==2){
            if (anak==1){
                System.out.println("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.3)));
    }
            else {
                System.out.println("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.4)));
            }
}
        else if (gol==3){
            if (anak==1){
                System.out.println("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.1)));
            }
            else{
                 System.out.println("Total Gaji : " +(gapok+(gapok*0.2)));
            }
        }
        else {
             System.out.println("golongan tidak tersedia");
        }
           
        }
}
// Created By Rasyad 2KB01


nah semoga membantu

Selasa, 18 Oktober 2011

Menejemen Proyek dan Resiko

hai...... akhirnya nulis lagi nih saya hahahahaha. padahal isi blog ini juga sedikit pula dikarenakan yang empunya sibuk hahaha (sok sibuk gitu). ok stop dengan tulisan casual ini dan berganti dengan tulisan formal dibawah ini. dalam posting saya kali ini saya akan membahas tentang 2 hal yaitu menejemen proyek dan menejemen resiko. kita mulia dengan pengertian proyek, proyek merupakan suatu tugas yang perlu di teliti dan di pikirkan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara lengkap serta harus diselesaikan dalam suatu periode atau waktu tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan. sedangkan resiko memiliki berbagai pengertian. Risiko bisa dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang mengancam benda atau seseorang dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. dan Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri. jadi menejemen proyek adalah suatu proses kegiatan untuk melakukan perencanaan, pengorganiasian, pengarahan dan pengendalian atas sumber daya organisasi yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu dan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan dan perbaikan yang berkelanjutan. dan Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya

Minggu, 16 Oktober 2011

BELAJAR BIKIN PROGRAM MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

1. DERET DENGAN OUTPUT 1,3,5,7,9,............


public class Deret {


public static void main(String[] args) {

int n ; // mendeklarasikan variabel n bertipe data integer
for(n=1;n<30;n+=2) // n dimulai dari 1, dan n < 30 adalah batasan looping System.out.print(" "+ n); // mencetak hasil looping variabel n } } +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 2. DERET DENGAN OUTPUT 1,1,2,3,5,8,13,...... public class Deret { public static void main(String[] args) { int n=10; //jumlah deret yang ingin dikeluarkan int a=0,b=0,c=0; // mendelarasikan variabel a,b,c for(int i=1;i<=n;i++) { if(a < i && i==1){ System.out.print(i+","); a=i; } if(b < a){ c=a+b; System.out.print(c+","); b=c; } if(i>2){

c=a+b;
System.out.print(c+",");
a=b;

a=c;
}
}

Rabu, 23 Maret 2011

Pelanggaran - Pelanggaran budaya dan budaya negatif

jaman sekarang budaya sudah di pandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. banyak sekali orang orang sudah tidak melihat aturan aturan budaya dan malah sudah timbul budaya negatif. contohnya banyak sekali mulai dari pelanggaran budaya yaitu memakai pakaian tidak sopan di luar. memakai pakaian yang memang seharusnya tidak sepantasnya untuk dipakai. mencuri, merampok,dan masih banyak lagi pelanggaran budaya.

dari pelanggaran - pelanggaran budaya timbulah budaya negatif yang sampai sekarang sudah mendarah daging atau dengan kata lain sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. contohnya yaitu mencontek ketika ujian dalam bentuk apapun ini adalah budaya negatif yang susah sekali untuk dihilangkan. dan yang lainnya adalah menunda nunda pekerjaan, inilah adalah budaya yang sangat buruk karena menunda nunda pekerjaan akan membuat hasil dari pekerjaan tersebut kurang maksimal dan hasilnya pun tidak bagus. dan terlambat, ini lah yang paling sering dijumpai hampir di setiap aktivitas dan ini adalah budaya yang paling buruk karena ini akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

sekian tulisan dari saya walaupun saya termasuk orang yang melakukan hal negatif hahaha....